Prioritas Pengembangan Infrastruktur Wisata di Pantai Corong, Kabupaten Penajam Paser Utara Berdasarkan Persepsi Pengunjung
DOI:
https://doi.org/10.35718/compact.v4i2.8481441Kata Kunci:
infrastruktur, kinerja, kepentingan, pantai corong dan prioritasAbstrak
Pantai Corong memiliki potensi yang dapat dikembangkan, namun masih menghadapi permasalahan pada infrastrukturnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas pengembangan infrastruktur wisata berdasarkan persepsi pengunjung. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan pengunjung pasca covid 19 yang membuat infrastruktur yang telah ada tidak terawat sehingga membutuhkan arahan prioritas pengembangan infrastruktur untuk dapat menarik minat pengunjung. Metode yang digunakan adalah Metode kuantitatif dengan pendekatan rasionalistik, dan data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan teknik snowball sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan skala Likert dan Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa toilet dan sistem pengelolaan sampah merupakan fasilitas yang paling mendesak untuk dikembangkan karena penting namun masih berkinerja rendah. Sementara itu, fasilitas seperti warung, lahan parkir, dan jaringan air bersih dinilai penting dan berkinerja baik sehingga perlu dipertahankan. Fasilitas lain seperti akomodasi dan transportasi umum dianggap kurang penting dan belum menjadi fokus utama dalam pengembangan.
Referensi
ANTARA News Kalimantan Timur. (2015, 1 September). Enam negara ramaikan festival layang-layang di Penajam. Antara News. https://kaltim.antaranews.com/berita/27508/enam-negara-ramaikan- festival-layang-layang-di-penajam
Abdillah, D. (2016). Pengembangan wisata bahari di pesisir pantai Teluk Lampung. Jurnal Destinasi Kepariwisataan Indonesia, 1(1), 45–66.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Kabupaten Penajam Paser Utara. (2018). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2018–2023. Penajam Paser Utara.
Kumara, A. R. (2018). Buku ajar metodologi penelitian kualitatif. Yogyakarta: Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Penajam Paser Utara. (2019). Kabupaten Penajam Paser Utara dalam angka 2019. BPS.
https://ppukab.bps.go.id/id/publication/2020/04/27/9f39f71095d2d70c9102223e/kabupaten- penajam-paser-utara-dalam-angka-2020.html
Hidayat, M., & Riani, U. W. (2019). Strategi pengembangan pariwisata bahari berdasarkan persepsi masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara. Plano Madani: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 8(1), 60–71.
Syaiful, F. A., & Koswara, A. Y. (2021). Penentuan prioritas pengembangan infrastruktur wilayah pesisir Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. Jurnal Teknik ITS, 9(2), D161–D166.
Balaka, M. Y. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif.
Murjani, M. (2022). Prosedur penelitian kuantitatif. Cross-Border, 5(1), 687–713.
Saiman, S. G. L. S. (2022). Studi pembangunan infrastruktur pariwisata. Jurnal Kawistara, 12(3), 341–353. Kabupaten Penajam Paser Utara. (2022). Peraturan Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Nomor 6 Tahun
2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2022–2027. Penajam Paser Utara.
Gea, S. M. F., Harefa, P., Lase, H., & Ndraha, A. B. (2023). Pengaruh sikap dan budaya organisasi terhadap pelayanan publik pada Dinas Perikanan Kota Gunung Sitoli. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(6), 1208–1223.
ANTARA News. (2024, 11 Juli). Penajam usul kampung nelayan modern untuk tingkatkan ekonomi nelayan. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/4192401/penajam-usul-kampung-nelayan- modern-untuk-tingkatkan-ekonomi-nelayan
Nugroho, R. A., Dewanti, A. N., & Astha, D. P. (2024). Strategi pengembangan fasilitas pariwisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di destinasi wisata Pantai Labobo. COMPACT: Spatial Development Journal, 3(1).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 COMPACT: Spatial Development Journal

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




