COMPACT: Spatial Development Journal https://journal.itk.ac.id/index.php/compact <p><strong><em>Compact: Spatial Development Journal</em> </strong>adalah jurnal nasional mengakomodir para peneliti di lingkungan akademik (perguruan tinggi) dan organisasi-organisasi peneliti serta para praktisi dalam lingkup pengembangan dan perencanaan spasial wilayah dan kota, meliputi: <strong>analisis</strong><strong> tata </strong><strong>ruang</strong><strong> wilayah dan </strong><strong>kota</strong><strong>, </strong><strong>pengembangan</strong> <strong>infrastruktur</strong> <strong>kota</strong><strong> dan wilayah, </strong><strong>transportasi</strong><strong> dan tata </strong><strong>guna</strong> <strong>lahan</strong><strong>, <em>geo-information </em></strong><strong>untuk</strong> <strong>perencanaan</strong><strong> wilayah dan </strong><strong>kota</strong> <strong>serta</strong> <strong>analisis</strong><strong> lain yang </strong><strong>terkait</strong> <strong>spasial</strong> <strong>pengembangan</strong><strong> wilayah dan </strong><strong>kota</strong><strong>.</strong></p> <p>Jurnal ini terbit sebanyak <strong>3 (</strong><strong>tiga</strong><strong>) kali </strong><strong>dalam</strong> <strong>setahun</strong>, yaitu pada bulan <strong>April, </strong><strong>Agustus</strong><strong> dan Desember.</strong> Sekali terbitan minimal 5 Artikel, dengan menggunakan Bahasa Indonesia atau Inggris. Tidak menutup kemungkinan terkait special issue untuk seminar atau konferensi dan lainnya yang berkerjasama dengan <em>Compact</em>.</p> <p><em><strong>Compact Journal</strong> </em>telah memiliki nomor ISSN elektronik <strong>2961-8797</strong> dan ISSN cetak <strong>2963-1122 </strong></p> <p><img src="https://journal.itk.ac.id/public/site/images/arief/barcode-e-issn-compact.png" alt="" width="206" height="90" /><img src="https://journal.itk.ac.id/public/site/images/arief/barcode-2963112200.png" alt="" width="206" height="90" /></p> <p> </p> Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan id-ID COMPACT: Spatial Development Journal 2963-1122 Evaluasi Kondisi Fasilitas Rusunawa (Studi Kasus: Rusunawa Wanyi, Bengkuring Raya, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda) https://journal.itk.ac.id/index.php/compact/article/view/733 <p><span class="fontstyle0">Permukiman menjadi permasalahan yang semakin kompleks untuk dihadapi pada kota-kota besar di Indonesia, terutama dengan tingginya angka kelahiran dan migrasi penduduk. Kepadatan penduduk yang semakin meningkat mendorong terciptanya permukiman kumuh dan rumah susun disediakan guna mengatasi masalah kawasan kumuh. Kondisi fasilitas di Rusunawa Wanyi perlu dievaluasi untuk mengetahui kondisi masing-masing fasilitas yang ada di sana. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pada penelitian ini, populasi yang digunakan adalah seluruh fasilitas yang terdapat di Rusunawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dengan menggunakan metode analisis skoring dengan standar teknis pelaksanaan rusunawa, sehingga hasil observasi atau pengamatan pada penelitian ini dicatat secara kuantitatif, yang secara akurat memiliki nilai dari skor yang telah dilakukan, adapun metode skoring yang digunakan dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil analisis, Rusunawa Wanyi tidak memenuhi standar yaitu </span><span class="fontstyle2">hanya senilai 3,3 </span><span class="fontstyle0">yang masuk pada </span><span class="fontstyle2">klasifikasi KURANG SESUAI DENGAN STANDAR</span><span class="fontstyle0">. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya fasilitas yang belum sesuai standar pelaksanaan rumah susun sehingga diperlukan beberapa perbaikan dan peningkatan kinerja dari variabel tersebut.</span></p> Rizky Arif Nugroho Asri Prasaningtyas Indrik Netanel Kihin Hak Cipta (c) 2022 COMPACT: Spatial Development Journal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-22 2022-08-22 1 1 Analisis Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Air Bersih di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara https://journal.itk.ac.id/index.php/compact/article/view/734 <p>Penyediaan air bersih di Kecamatan Sepaku termasuk dalam pelayanan Perumda Air Minum Danum Taka unit Sepaku yang saat ini cakupan pelayanannya terbatas. Tahun 2021 cakupan pelayanan hanya mencapai 5% dari jumlah penduduk di Kecamatan Sepaku. Produksi air bersih yang didistribusikan PDAM hanya sekitar 16 jam/hari dengan kualitas air yang buruk. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat, Oleh karena itu perlu diketahui seberapa jauh tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan air bersih di Kecamatan Sepaku dan mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan air bersih di Kecamatan Sepaku. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner kepada masyarakat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis IPA. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa didapatkan 12 variabel yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat dalam pelayanan air bersih di Kecamatan Sepaku dan diketahui bahwa secara rata-rata keseluruhan pelayanan air bersih di Kecamatan Sepaku dalam kategori belum memuaskan dengan nilai 98,45%.</p> Ajeng Nugrahaning Dewanti Khairiyah Trista Lutfhiani Hak Cipta (c) 2022 COMPACT: Spatial Development Journal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-22 2022-08-22 1 1 Evaluasi Kawasan Kumuh Pulau-Pulau Kecil (Studi Kasus: Permukiman Kumuh Padei Laut, Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali) https://journal.itk.ac.id/index.php/compact/article/view/735 <p>Permukiman kumuh menjadi salah satu masalah kompleks dalam penataan ruang. Penanganan kawasan ini juga sekaligus merupakan perwujudan salah satu upaya bersama para pelaku pembangunan dalam mencapai perkembangan kota yang berkelanjutan. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan upaya penanganan permukiman kumuh yang terintegrasi dan holistik didukung dengan perencanaan penanganan yang terpadu. Pemerintah Indonesia saat ini telah berupaya keras dalam menangani perumahan dan permukiman kumuh dengan salah satu programnya yaitu “<em>zero </em>kumuh”. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan kurang lebih 41% dari keseluruhan pulaunya di huni oleh masyarakat, pembangunan pulau-pulau kecil di Indonesia tentu saja menghadapi tantangan yang sangat besar, termasuk permasalahan permukiman kumuh. Bahkan, masalah kumuh ini tampak telah menjadi masalah laten yang dialami oleh pulau-pulau kecil, tidak terkecuali di Padei laut, Menui Kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kekumuhan permukiman di pulau-pulau kecil dengan fokus terhadap aspek fisik dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan Teknik analisis skoring mengacu pada Permen PUPR No. 14/PRT/M/2018 sebagai standar penilaian tingkat prioritas kekumuhan. Temuan penelitian menunjukan bahwa tingkat kekumuhan permukiman kumuh Padei Laut adalah prioritas 2 yang berarti klasifikasi kumuh sedang. Penelitian ini diharapkan mampu memperkaya pemahaman terhadap karakteristik permukiman kumuh di wilayah pulau-pulau kecil.</p> Rahmat Aris Pratomo Khairinrahmat Rezki Awalia Hak Cipta (c) 2022 COMPACT: Spatial Development Journal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-22 2022-08-22 1 1 Optimalisasi Penerapan Kebijakan Zero Delta Q Policy dalam Skala Perumahan di Balikpapan https://journal.itk.ac.id/index.php/compact/article/view/736 <p>Alih fungsi kawasan hijau menjadi perumahan Daun Village Balikpapan diduga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan debit pada saluran sekunder Balikpapan Baru dan Syarifuddin Yoes. Berbagai upaya pengembang perumahan dalam mengatasi masalah ini dengan membangun kolam tampung untuk menampung kelebihan debit tidak cukup untuk menampung seluruh peningkatan debit yang terjadi sehingga tidak sesuai dengan Prinsip Zero Delta Q (ZDQP). Diperlukan penerapan ZDQP yang lebih komprehensif untuk mengurangi dampak pembangunan perumahan ini. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis curah hujan harian maksimum 20 tahun terakhir, analisis perubahan debit, dan analisis skenario penerapan ZDQP untuk mendapatkan debit banjir yang sama sebelum dan setelah pembangunan. Metode yang digunakan untuk mengurangi dampak banjir adalah optimalisasi kolam tampung, penerapan lubang resapan biopori dan penambahan kolam tampung, yang mengurangi debit banjir pada wilayah catchment Sub-DAS Balikpapan Baru dan Sub-DAS Syarifuddin Yoes sebesar 4,21 m3/det dan 0,38 m3/det. Implementasi ZDQP pada skenario ini menghasilkan debit setelah rencana yang besarnya sama dengan debit sebelum pembangunan, sehingga pembangunan tidak menambah beban saluran drainase kota.</p> Rossana Margaret Kadar Yanti Maryo Inri Pratama Pratama Riyan Benny Sukmara Salsabila Anisa Dewi Maulita Hak Cipta (c) 2022 COMPACT: Spatial Development Journal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-22 2022-08-22 1 1 Optimasi Tata Letak Pada Proyek Pembangunan Gedung C dan D Institut Teknologi Kalimantan https://journal.itk.ac.id/index.php/compact/article/view/737 <p>Proyek pembangunan gedung C dan D Institut Teknologi Kalimantan berada pada lahan yang terbatas sehingga kontraktor mengalami kendala untuk mengatur tata letak fasilitas proyek yang dibutuhkan. Tata letak eksisting yang tidak direncanakan secara optimal dapat berdampak terhadap produktifitas kerja proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tata letak yang paling optimal pada proyek pembangunan gedung C dan D. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode <em>multi objectives function </em>dengan mengoptimalkan lebih dari dua fungsi tujuan secara bersamaan, yaitu <em>traveling distance (TD) </em>dan <em>safety index (SI)</em>. <em>Analitical Hierarchy Process (AHP) </em>dan <em>expert judgement </em>juga digunakan sebagai metode tambahan dalam pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak yang paling optimal didapatkan pada alternatif ke-6 dengan nilai TD sebesar 12590,34 meter atau tereduksi sebesar 31,91% dari eksisting yang memiliki nilai TD sebesar 18489,5. Nilai SI pada alternatif ke-6 yaitu 1411,38 dengan penambahan SI 20.28 % dari nilai SI eksisting sebesar 1173,37. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode AHP diperoleh bahwa alternatif ke-6 memiliki nilai index sebesar 0,12997. Dibandingkan dengan kondisi eksisting, tata letak fasilitas proyek pembangunan gedung C dan D pada alternatif ke-6 mampu meningkatkan efektifitas mobilitas pekerja maupun material dan memiliki tingkat keamanan serta keselamatan yang lebih baik.</p> Andika Ade Indra Saputra Raftonado Situmorang Oryza Lhara Sari Athaya Arianti Hak Cipta (c) 2022 COMPACT: Spatial Development Journal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-22 2022-08-22 1 1 Analisis Spasial Sebaran dan Tingkat Risiko Kebakaran di Kelurahan Klandasan Ilir, Kota Balikpapan https://journal.itk.ac.id/index.php/compact/article/view/738 <p>Kelurahan Klandasan Ilir merupakan kelurahan dengan kondisi permukiman yang padat. Permukiman dengan kepadatan tinggi rawan terhadap bencana kebakaran. Selama lima tahun terakhir Kelurahan Klandasan Ilir mengalami peningkatan intensitas kejadian kebakaran. Hal ini disebabkan oleh karakteristik kawasan dengan kepadatan bangunan tinggi, letak bangunan yang berdekatan dan kondisi fisik rumah yang rawan terhadap kebakaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran dan tingkat risiko kebakaran di Kelurahan Klandasan Ilir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis overlay. Hasil penelitian diketahui bahwa 12 RT termasuk dalah lasifikasi risiko tinggi, 32 RT termasuk dalam kelas risiko sedang dan 20 RT termasuk kelas risiko rendah</p> Umar Mustofa Laila Fitria Devi Triwidya Sitaresmi Hak Cipta (c) 2022 COMPACT: Spatial Development Journal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-08-22 2022-08-22 1 1