Defensible Space Concept to Prevent Criminal Action in Kampong Watugong: Micro-Spatial Morphology and Street Corridor Elements

186 - 198

Penulis

  • Rulliannor Syah Putra Institut Teknologi Kalimantan
  • Dewi Septanti Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
  • Sarah Cahyadini Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.35718/specta.v10i2.8481907

Kata Kunci:

CPTED, Community Safety, Criminality, Defensible Space, Urban Space

Abstrak

Meningkatnya angka kriminalitas di Kota Malang, Indonesia, dipengaruhi oleh pergerakan migran, kurangnya fitur keamanan, dan rendahnya keterlibatan masyarakat. Kampong Watugong merupakan permukiman informal padat di kawasan universitas yang dihuni mayoritas oleh mahasiswa. Keragaman populasi dan permeabilitas tiga jalan utama membuat kawasan ini rentan terhadap tindakan kriminal, terutama pencurian kendaraan bermotor dan perampokan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi elemen defensible space di Kampong Watugong guna memahami potensi peningkatan keamanan lingkungan melalui intervensi lingkungan binaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan menggunakan teknik walkthrough dan wawancara dengan kepala desa. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting tiga koridor utama (Jalan Watugong, Jalan Kerto Rahayu, dan Jalan Kerto Sentono) terhadap empat elemen defensible space menurut Newman: teritorialitas, surveilans alami, citra (image), dan lingkungan (milieu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar jalan belum memenuhi seluruh aspek defensible space. Kelemahan utama ditemukan pada aspek citra dan lingkungan yang belum terencana maksimal untuk memberikan rasa aman. Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan peningkatan fisik berupa penambahan titik CCTV, pos keamanan, marka jalan (speed bumps), pencahayaan, dan desain pagar yang transparan namun tinggi. Secara non-fisik, diperlukan kebijakan jam akses portal dan kegiatan kemasyarakatan untuk meningkatkan keintiman antarwarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan ruang yang tepat dan perilaku pengguna sangat krusial dalam mengantisipasi frekuensi insiden kriminal di permukiman padat.

Diterbitkan

2026-09-01

Cara Mengutip

Syah Putra, R., Septanti, D., & Cahyadini, S. (2026). Defensible Space Concept to Prevent Criminal Action in Kampong Watugong: Micro-Spatial Morphology and Street Corridor Elements: 186 - 198. SPECTA Journal of Technology, 10(2). https://doi.org/10.35718/specta.v10i2.8481907