SPECTA Journal of Technology https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt <p align="justify">SPECTA Journal of Technology is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapann Indonesia. SPECTA SPECTA Journal of Technology is an open-access peer-reviewed journal that mediates the dissemination of academicians, researchers, and practitioners in the field of Engineering, Technology, and Applied Mathematics. SPECTA Journal of Technology accepts submissions from all over the world, especially from Indonesia. The aims are to provide a forum for national and international academicians, researchers, and practitioners in the broad engineering and technology field to publish the original articles. Accepted articles will be published and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage. The scope of SPECTA Journal of Technology is the specific topics, issues in various engineering and technology fields above. All articles submitted to this journal can be written in Bahasa Indonesia and English Language.</p> LPPM ITK en-US SPECTA Journal of Technology 2549-2713 Eksplorasi Pentingnya Penggunaan Data Science Dalam Perencanaan Pemodelan Transportasi Perkotaan https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt/article/view/375 <p><em>Perencanaan suatu kota tidak akan pernah lepas dari proses pemodelan transportasi. Karena pemodelan transportasi merupakan suatu faktor penting untuk melihat keberhasilan dari perencanaan kota. Pemodelan transportasi yang baik, seharusnya dapat mencerminkan karakteristik suatu kota. Proses ini pastinya ditunjang dengan banyak data, serta proses statistik/matematis yang kompleks dan akurat. Hal inilah yang selalu menjadi kendala utama dalam suatu proses pemodelan transportasi. Pada era Big Data permasalahan tersebut seharusnya sudah dapat diatasi. Karena semua proses pengumpulan data dapat dilakukan secara real time melalui semua platform yang dimiliki. Selain itu, semua proses yang kompleks dalam pemodelan transportasi dapat lebih mudah dilakukan dengan bantuan Data Science. Sekumpulan inferensi data yang dikembangkan dengan algoritmik yang bertujuan untuk memudahkan penanganan masalah yang rumit merupakan pengertian Data Science. Namun banyak peneliti/praktisi belum menyadari tentang pentingnya penggunaan data science. Pada artikel ini akan mengkaji lebih mendalam tentang&nbsp; peluang tantangan dan pentingnya penggunaan data science dalam pemodelan transportasi. Karena penggunaan data science ini, dapat membantu mempercepat semua tahapan yang dilakukan dalam pemodelan transportasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka terhadap beberapa penelitian pemodelan transportasi yang menggunakan data science baik di Indonesia maupaun di negara lain. Pembahasan dalam artikel ini terdiri dari beberapa poin penting yakni kondisi penggunaan data science di Indonesia, peluang dan tantangan serta pentingnya penggunaan data science di dunia transportasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan data science di Indonesia termasuk kategori rendah. Jika dikaji secara lebih mendalam, data science memiliki peranan penting. Khususnya dalam menghadapi permasalahan ketersediaan data dalam pemodelan transportasi. Output dari pemodelan transportasi dengan menggunakan data science dapat terlihat lebih informatif dan mudah dimengerti. Hal inilah yang belum banyak disadari oleh para peneliti/praktisi di dunia transportasi. Adanya studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran bahwa dengan mulai memanfaatkan data science yang lebih baik, berpengaruh terhadap output yang lebih optimal.</em></p> Bagus Nuari Priambudi Nofa Martina Ariani Muhammad Indra Hadi Wijaya Brian Pradana Copyright (c) 2021 SPECTA Journal of Technology 2021-12-01 2021-12-01 5 3 196 207 10.35718/specta.v5i3.375 Pola Pikir Masyarakat Dalam Mengakses Fasilitas Sebagai Pembentuk Sistem Sosial Ekologi Pada Kota Baru Mandiri (Studi Kasus: Bukit Semarang Baru Mijen) https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt/article/view/376 <p><em>Kota baru mandiri merupakan konsep untuk mengendalikan pertumbuhan lahan terbangun sekaligus sebagai pengendali pergerakan masyarakat. Letak kawasan permukiman yang tersebar dalam sebuah kota dan fasilitas yang tidak terintegrasi menyebabkan banyak masyarakat yang membutuhkan perjalanan jauh untuk mengaksesnya, yang akhirnya berdampak pada kemacetan, polusi, dan sebagainya. Bukit Semarang Baru adalah sebuah kota baru mandiri yang dikembangkan mulai tahun 1997 di Kota Semarang untuk membuat masyarakat lebih efektif dan efisien dalam menjalankan segala aktivitasnya mulai dari bekerja, sekolah, berbelanja, sampai menghabiskan waktu luang mereka. Namun, tantangan dalam pengembangan kota baru ini adalah pola pikir masyarakat untuk mengakses fasilitas yang ada. Fasilitas yang ada di pusat Kota Semarang tidak dipungkiri menjadi daya tarik besar bagi warga Kota Semarang, sehingga masih banyak masyarakat Kawasan BSB yang mengakses fasilitas tidak di dalam lingkungan BSB dan masih mengakses sampai pusat kota. Hal tersebut dibuktikan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dimana hasil studi membuktikan bahwa lebih dari 60% masyarakat mengakses fasilitas untuk bekerja, sekolah dan rekreasi di luar kawasan BSB. Studi ini yang merupakan studi lanjutan akan mengkaji bagaimana pola pikir masyarakat Kawasan BSB dalam mengakses fasilitas, terutama fasilitas yang berada di luar Kawasan BSB. Aktivitas yang akan dikaji adalah aktivitas bekerja, sekolah, belanja dan rekreasi. Konsep pola pikir tersebut nantinya akan membentuk sistem sosial ekologi masyarakat dalam mengakses fasilitas. Metode penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan kuesioner yang disebar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat alasan mendasar mengapa mereka lebih memilih fasilitas di luar kawasan BSB seperti mutu sekolah, suasana tempat rekreasi, lokasi belanja yang lengkap dan lokasi bekerja yang telah lebih dulu ditentukan sebelum menghuni BSB. Diharapkan dengan penelitian ini dapat menjadi input dalam mengembangkan kota baru lainnya di Indonesia..</em></p> Nofa Martina Ariani Bagus Nuari Priambudi Muhammad Indra Hadi Wijaya Deny Aditya Puspasari Copyright (c) 2021 SPECTA Journal of Technology 2021-12-01 2021-12-01 5 3 208 219 10.35718/specta.v5i3.376 Pola Adaptasi Masyarakat Daerah Rawan Banjir Berdasarkan Karakteristik Sosial Masyarakat (Studi Kasus ; Kecamatan Makasar, Jakarta Timur) https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt/article/view/377 <p><em>Banjir merupakan bencana yang seringkali terjadi di Jakarta, sehingga dapat menyebabkan kerugian pada aktivitas dan aksesibilitas masyarakat. Proses adaptasi masyarakat berguna untuk mengantisipasi semakin besarnya kerugian akibat bencana banjir khususnya masyarakat di daerah rawan banjir. Pemanfaatan data SIG (Sistem Informasi Geografis) dapat menjadi solusi untuk mengetahui kerawanan banjir dengan membuat peta kerawanan banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan lokasi dan tingkat kerawanan banjir, mengidentifikasi karakteristik sosial masyarakat yang terkena dampak banjir, dan menentukan pola adaptasi masyarakat di Kecamatan Makasar. Variabel yang digunakan adalah jarak dari sungai, ketinggian, lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan data curah hujan Jakarta Timur serta karakteristik sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode scorring dan overlay dengan bantuan ArcGIS kemudian dilakukan analisis kualitatif pada hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkantingkat kerawanan banjir di Kecamatan Makasar cenderung rawan hingga sangat rawan banjir, khususnya di bagian utara yaitu ; Kelurahan Kebon Pala dan Cipinang Melayu. Bagian selatan cenderung tidak rawan banjir yaitu di Kelurahan Pinang Ranti dan Makasar. Karakteristik sosial masyarakat Kecamatan Makasar umumnya berada pada usia produktif dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah. Selain itu, tingkat pendidikannya bervariatif dari SMA hingga tidak bersekolah serta tingkat partisipatifnyarendah untuk beradaptasi dengan bencana. Berdasarkan karakteristik tersebut hanya tingkat pendapatan yang dapat mempengaruhi pola. Pola adaptasi yang terbentuk adalah pola adaptasi struktural yaitu memperbaiki rumah, membuat rumah menjadi 2 lantai, dan meninggikan teras rumah di wilayah Kelurahan Cipinang dan Kebon Pala. Pola adaptasi non-struktural dengan kerja bakti dilakukan di Kelurahan Halim, Pinang Ranti dan Makasar.</em></p> Salsabiila Kurnia Soleh Andi Aliyah Iskandar Astrid Damayanti Copyright (c) 2021 SPECTA Journal of Technology 2021-07-19 2021-07-19 5 3 220 231 10.35718/specta.v5i3.377 Modal Sosial dan Ketahanan Kota Tepi Air di Pontianak https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt/article/view/385 <p>Masyarakat yang bermukim di tepi air Kota Pontianak, masyarakat telah hidup berdampingan dengan sungai hingga saat ini. Sehingga masyarakat beranggapan bahwa air pasang (besar/tinggi) bukanlah bagian dari bencana. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukenali modal sosial yang membentuk ketahanan kota tepi air. Sasaran penelitian ini yaitu megidentifikasi kerentanan di kawasan dan menemukenali modal sosial. Pendekatan penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis data primer dan sekunder. Adapun data tersebut yaitu kuesioner, wawancara, observasi lapangan dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini yaitu kerentanan bencana di kawasan tepi air Kota Pontianak seperti risiko genangan, pasang surut sungai, kekeringan, risiko kerusakan bangunan rumah tinggal, dan risiko kebakaran. Hal tersebut menimbulkan modal sosial yang diwujudkan dalam bentuk nilai kearifan lokal, adaptasi dan mitigasi, serta ketahanan masyarakat. Hal tersebut didukung dengan adanya aktivitas masyarakat dalalm lokasi penelitian ini adalah interaksi antar masyarakat dan tentang rasa kekeluargaan antar sesama dan turut ikut jika ada kegiatan gotong royong di masyarakat sekitar.</p> Ely Nurhidayati Iin Arianti Copyright (c) 2021 SPECTA Journal of Technology 2021-12-01 2021-12-01 5 3 232 246 10.35718/specta.v5i3.385 Isu Strategis Terkait Transportasi dalam Pengembangan Perencanaan Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Baru https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt/article/view/388 <p>Permasalahan transportasi menjadi salah satu factor pendorong pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke lokasi baru. Oleh sebab itu sudah selayaknya aspek transportasi perlu dipertimbangkan secara matang dalam perencanaan pembangunan IKN baru. Artikel ini bertujuan untuk membahas beberapa isu strategis terkait transportasi sebagai bahan pertimbangan dan masukan untuk mendukung perencanaan pembangunan IKN. Artikel ini disusun melalui desk study dengan menggunakan sumber data dari buku, publikasi ilmiah, dan media elektronik. Penekanan pembahasan isu strategis diarahkan pada lessons learned negara yang berpengalaman memindahkan IKN terutama dalam aspek manajemen transportasi, tinjauan literature terkait potensi penerapan TOD pada simpul transportasi di IKN, dan tinjauan literature tentang prospek penggunaan system transportasi berkelanjutan di IKN.</p> Muhammad Yusuf Ridhani Miftahul Ridhoni Andi Achmad Priyadharma Copyright (c) 2021 SPECTA Journal of Technology 2021-07-19 2021-07-19 5 3 247 260 10.35718/specta.v5i3.388 Penerapan Konsep Green Building pada Perguruan Tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Mendukung Program Pengembangan Kota Hijau https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt/article/view/387 <p>Dalam mendukung Program Pengembangan Kota Hijau di Daerah Istimewa Yogyakarta salah satunya dapat dilihat dari penerapan konsep green building terutama pada kawasan perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana Yogyakarta yang terkenal dengan julukan Kota Pelajarnya dimana banyaknya perguruan tinggi diseluruh daerah Yogyakarta baik negeri maupun swasta. Konsep green campus merupakan pengembangan dari konsep green building yang harus dilakasanakan perguruan tinggi sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Karena kampus merupakan tempat lahirnya para intelektual muda penerus bangsa yang diharapkan dapat menjadi pelopor maupun role model bagi institusi lain dalam pengolahan lingkungan yang baik dengan menerapkan seluruh unsur ramah lingkungan pada tiap aspeknya. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi penerapan konsep green building pada perguruan tinggi di Yogyakarta dalam mendukung program perkembangan kota hijau dengan menggunakan metode analisis spider web. Hasilnya menunjukkan bahwa secara keseluruhan penerapan green building pada perguruan tinggi di Yogyakarta telah mendukung program pengembangan kota hijau, dengan nilai rata – rata keseluruhan perguruan tinggi adalah 4,00. Perguruan tinggi dengan penerapan green building terbaik adalah dari Universitas Gajah Mada dengan total rata - rata skor keseluruhan variabel yaitu 4,16 dan perguruan tinggi dengan nilai penerapan green building terendah adalah Universitas Ahmad Dahlan dengan dengan total rata - rata skor keseluruhan variabel yaitu 3,71.</p> Maryam Maryam Fahril Fanani Hatta Efendi Copyright (c) 2021 SPECTA Journal of Technology 2021-12-01 2021-12-01 5 3 261 272 10.35718/specta.v5i3.387 Analisis Tingkat Kekompakan Kota (Urban Compactness) terhadap Pembentukan dan Penerapan Konsep Kota Kompak di Kota Mataram https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt/article/view/386 <p>Meningkatnya jumlah penduduk di kota memberikan dampak kepada volume dan frekuensi dari kegiatan penduduk yang ada di dalam kota . Kota Mataram sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) memberikan dampak terhadap kondisi kemajuan dan keragaman kegiatan yang ada di Kota Mataram. Konsep “Compact City” dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya merespon pertumbuhan penduduk bersamaan dengan kegiatan-kegiatannya yang terus meningkat baik dari volume maupun frekuensinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kekompakan yang terjadi di Kota Mataram dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kekompakan tersebut. Variabel-Variabel penilaian untuk menilai tingkat kekompakan tersebut diklasifikasikan menggunakan metode klasifikasi Sturges. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kekompakan tersebut adalah dengan membandingkan definisi variabel Urban Compactness secara teoritis dengan kondisi aspek terkait di Kota Mataram. Hasil analisis menunjukkan Nilai Urban Compactness yang paling tinggi, yaitu Kelurahan Dasan Agung dengan Nilai Indeks 189,01 yang masuk dalam kategori “Sangat Tinggi”, Kelurahan Selagalas dengan Nilai Indeks 129,69 termasuk kategori “Agak Tinggi”, dan kelurahan lainya memiliki Nilai Urban Compactness yang lebih rendah. Berdasarkan hasil analisis, Aspek Kepadatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kecenderungan Urban Compactness yang terjadi pada tiap–tiap kelurahan maupun Kota Mataram secara keseluruhan. Struktur Urban Compactness yang dianalisis dan terbentuk secara alami di Kota Mataram, perlu dikendalikan dan diarahkan agar sesuai dengan tujuan dan harapan diterapkannya Konsep Compact City pada sebuah kota. Perlu ada dorongan atau upaya meningkatkan peran terkait aspek Mixed Use dan Intensifikasi, sehingga dapat mengoptimalkan guna lahan di dalam Kota Mataram dan melindungi lahan-lahan di pinggiran kota Mataram.</p> Yundi Wahyu Nurdyas Fariz Primadi Hirsan Rasyid Ridha Copyright (c) 2021 SPECTA Journal of Technology 2021-12-01 2021-12-01 5 3 273 286 10.35718/specta.v5i3.386 Peran Kebijakan dalam Peningkatan Performa Layanan BRT Transjakarta https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt/article/view/373 <p><em>Public transportation service improvement in urban area, such as Bus Rapid Transit (BRT), becomes the main issue among transport planners nowadays. BRT has been a popular transit system which provide an easy dan fast service for satisfying the transport needs, particularly in developing countries. This transport mode offers high quality mass transit system yet still in affordable cost, which is necessary for developing countries</em><em>.</em><em> Jakarta becomes the first Southeast Asia country who applied the BRT system. This study aims to gain insights towards the role of policies in facilitating the improvement of TransJakarta performance and reach 1 million passengers in early 2020. Understanding the policy aspect, both central and regional policies which can improve the public transport performance, will possibly provide a broader perspective among policymakers who developing and implementing the BRT systems, particularly in developing countries. For this purpose, conceptual framework was employed to explain how policy implementation could improve the BRT performance, which collected through secondary data, mostly various planning documents and TransJakarta operational reports. By using the qualitative approach, results show that various policies could facilitate the improvement of TransJakarta performances. The improvements occurred in line with the institutional reforms and the development of BRT system, such as routes, capacities, and integration with other mass transit systems.</em></p> Mutiasari Kurnia Devi Rinawanti Safitri Fahril Fanani Copyright (c) 2021 SPECTA Journal of Technology 2021-12-01 2021-12-01 5 3 287 297 10.35718/specta.v5i3.373 Ketersediaan Lahan Pemakaman Saat Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Kota Surakarta Dengan Pemanfaatan Open Data) https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt/article/view/378 <p><em>Wabah Pandemi Covid-19 ini adalah sesuatu yang memiliki akibat yang sangat besar dan mengubah semua struktur kehidupan dimuka bumi ini, tidak terkecuali dengan lahan pemakaman. Lahan pemakaman menjadi sangat penting karena jumlah kematian karena adanya wabah pandemi Covid-19 ini terus naik sehingga ketersediaan lahan pemakaman tentunya menjadi hal yang harus dipikirkan. Bulan Januari 2021 Provinsi Jawa Tengah memiliki jumlah kematian ke-2 paling banyak di pulau jawa yaitu sebanyak 4.516 jiwa. Dalam penelitian ini akan mengambil studi kasus di Kota Surakarta karena tingkat kompleksitas permasalahan perkotaan dan jumlah kematian di Kota Surakarta akibat covid-19 yang masuk dalam 5 besar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketersediaan lahan pemakaman saat pandemi Covid-19. Data yang akan digunakan akan menggunakan open data baik dari dari data satgas covid, google earth dan google maps API. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif kualititatif dengan pendekatan SIG. Dari hasil analisis 9 lokasi lahan pemakaman didapatkan luas lahan pemakaman dalam penelitian ini adalah 517.473,82 m<sup>2</sup>. Ketersediaan lahan makam paling tinggi terdapat di Makam Mojo yaitu sebesar 17.962 makam, sedangkan untuk keterisian lahan makam tertinggi terdapat di TPU Bonoloyo yaitu sebesar 39.454,97 m<sup>2</sup>. Untuk ketersediaan makam saat pandemi Covid-19 per tanggal 10 Maret adalah 63.874 makam, sedangkan jika dibandingkan dengan usia rentan di Kota Surakarta maka jumlah ketersediaan makam menjadi (-) 4.844 makam. Pemanfaatan open data saat pandemi Covid-19 sangat membantu dari segi keterbaharuan dan keterbukaan data untuk menunjang analisis, namun tentunya diperlukan suatu uji akurasi didalamnya.</em></p> Brian Pradana Bagus Nuari Priambudi Muhammad Indra Hadi Wijaya Copyright (c) 2021 SPECTA Journal of Technology 2021-12-01 2021-12-01 5 3 298 307 10.35718/specta.v5i3.378 Studi Pemanfaatan Big Data dalam Perumusan Kebijakan Publik pada Sektor Kesehatan https://journal.itk.ac.id/index.php/sjt/article/view/379 <p>Sektor kesehatan Indonesia pada saat ini menghadapi kondisi <em>triple burden</em> yang memerlukan respons dalam bentuk kebijakan yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, adanya perkembangan teknologi yang menghadirkan <em>big data</em> dapat menjadi peluang pada sektor kesehatan untuk menghasilkan kebijakan yang efektif, dan efisien. Terlebih pada saat ini, penggunaan <em>big data</em> masih didominasi oleh sektor swasta. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan <em>big data</em> dalam perumusan kebijakan publik pada sektor kesehatan. Hal-hal yang dibahas dalam penelitian ini meliputi sebaran lokasi geografis penggunaan <em>big data</em>, waktu mulai digunakannya <em>big data</em>, kedudukan <em>big data</em>, klasifikasi <em>big data</em> yang telah dimanfaatkan, serta proses pemanfaatan <em>big data</em> dalam kaitannya dengan perumusan kebijakan publik pada sektor kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode <em>Systematic Quantitative Literature Review</em> (SQLR) dengan mengumpulkan berbagai dokumen penelitian terkait ke dalam suatu <em>data base</em>. Kemudian dianalisis lebih lanjut dengan metode analisis deskriptif kuantitatif yang mempertimbangkan berbagai kategori dan sub kategori. Berdasarkan dokumen penelitian yang terkumpul, disebutkan bahwa kebijakan publik untuk sektor kesehatan hanya 21,7% yang telah memanfaatkan <em>big data</em> sebagai dasar perumusan. Kebijakan yang dihasilkan pun beragam bergantung pada <em>big data</em> dan metode analisis yang digunakan. Pemanfaatan <em>big data</em> dalam perumusan kebijakan publik di sektor kesehatan memiliki keunggulan yaitu memberikan efektivitas dan kecepatan dalam perumusan kebijakan. Di sisi lain, pemanfaatan <em>big data</em> dalam sektor kesehatan perlu memperhatikan privasi dan keamanan data. Sehingga dengan memperhatikan keunggulan dan tetap menjaga privasi serta keamanan data maka pemanfaatan <em>big data</em> untuk perumusan kebijakan dalam sektor kesehatan dapat terselenggara secara efektif dan efisien.</p> Dzaki Naufal Hakim Fitrah Ramadan Yunida Indira Cahyono Copyright (c) 2021 SPECTA Journal of Technology 2021-12-01 2021-12-01 5 3 308 322 10.35718/specta.v5i3.379