Pengelolaan Sumber Daya Air Lokal: Pemanfaatan Mata Air RT 7 Kelurahan Sumber Rejo, Kota Balikpapan Sebagai Alternatif Sumber Air Bersih Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.35718/specta.v10i1.8481503Kata Kunci:
mata air, perencanaan, debit, Epanet, sistem distribusiAbstrak
Kebutuhan akan air bersih merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terlayani oleh jaringan distribusi PDAM. Di Kelurahan Sumber Rejo, khususnya RT 7, ketersediaan air bersih masih menjadi permasalahan utama akibat kondisi topografi yang berbukit, sehingga jaringan pipa PDAM belum dapat menjangkau wilayah tersebut. Masyarakat setempat memanfaatkan mata air sebagai sumber air alternatif yang diambil secara manual tanpa melalui proses distribusi terencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi mata air di RT 7 Kelurahan Sumber Rejo sebagai sumber air bersih berdasarkan kualitas air, klasifikasi debit, dan perencanaan sistem distribusi air bersih. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitas air dengan uji laboratorium yang mencakup parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi, klasifikasi debit berdasarkan pengukuran debit mata air, serta perencanaan sistem distribusi air menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2. Peneliti menunjukkan bahwa kualitas air mata air belum sepenuhnya memenuhi standar baku mutu air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan, khususnya pada parameter nitrat, mangan, dan aluminium. Berdasarkan hasil pengukuran debit, mata air tersebut termasuk dalam kelas VI, dengan debit antara 0,1 - 1 liter per detik, yang menunjukkan kapasitas aliran rendah dan cenderung hanya mampu memenuhi kebutuhan air dalam skala terbatas (<1000 jiwa). Terdapat tiga alternatif skenario distribusi air bersih, di mana Alternatif 2 menunjukkan hasil yang lebih optimal dengan kecepatan aliran antara 0,31 - 0,46 m/s.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Melisa Triandini Maulani, Nia Febrianti, Rina Noor Hayati, Lia Awaliyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-NoDerivs 4.0 Generic(CC BY-ND 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.














