Penggunaan Teknologi Geospasial dalam Upaya Konservasi Mangrove di Desa Margasari, Kabupaten Lampung Timur

Authors

  • Farhan Ryan Universitas Indonesia
  • Bintang Mahakarya Sembahen Universitas Indonesia
  • Muhammad Abi Fajar Universitas Indonesia
  • Muhammad Attorik Falensky Universitas Indonesia
  • Supriatna Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35718/specta.v6i1.550

Keywords:

Conservation , Geospatial Technology , Mangrove , Landsat Satellite , NDVI Algorithm, Konservasi, Mangrove , Satelit Landsat , Teknologi Geospasial

Abstract

Program Sustainable Development Goals (SDGs) harus segera diwujudkan untuk kualitas kehidupan masyarakat dunia yang lebih baik. Poin ke-13 SDGs berusaha menjawab ancaman perubahan iklim dan pemanasan global, dan blue carbon merupakan bagian dari jawaban tersebut yang dapat diandalkan untuk menyerap karbon dioksida dan mengurangi jumlah gas rumah kaca. Indonesia merupakan negara terbesar dengan pulau terbanyak, 13.466 pulau, dan negara dengan garis pantai terpanjang yang terbentang lebih dari 95.180 km dimana menampung beberapa ekosistem laut tropis terkaya di dunia, dimana Lampung merupakan provinsi yang mempunyai hutan mangrove terkecil ketiga di Pulau Sumatera. Sayangnya 50% kerusakan  mangrove di Lampung terjadi di pesisir timurnya, dan Desa margasari salah satu kawasan pesisir terdampak degradasi yang kian terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perubahan luas kawasan mangrove di Desa Margasari Kabupaten Lampung Timur selama periode 2014 – 2020 yang diketahui melalui citra satelit Landsat dan (2) mengidentifikasi faktor yang menyebabkan perubahan kawasan mangrove di Desa Margasari Kabupaten Lampung Timur. Untuk memperoleh perubahan luas kawasan mangrove digunakan NDVI dengan menganalisis persentase penurunan serta luasannya di tahun yang beda. Selain itu, Klasifikasi Unsupervised juga dilakukan untuk mengidentifikasi faktor penyebab perubahan tersebut. Pada kesimpulannya luasan kawasan Mangrove menurun pada tahun 2014-2017 sebesar -10,75%; dan 2017-2020 sebesar -42,98% diikuti dengan meningkatnya tambak, merambahnya pemukiman, serta faktor alami, sehingga hal-hal tersebut dapat disimpulkan sebagai ancaman terbesar bagi pelestarian mangrove.

Author Biography

Supriatna, Universitas Indonesia

Dosen Pembimbing

Downloads

Published

2022-04-25