Pengaruh Luas Permukaan Elektroda terhadap Produksi Biolistrik dengan Metode Sediment Microbial Fuel Cells (SMFCs) menggunakan Substrat Lumpur Instalasi Pengolahan Air Lindi

Authors

  • Umi Sholikah Institut Teknologi Kalimantan
  • Eka Masrifatus Anifah
  • Muhammad Nur Ibnu Lutfi Saud
  • Indah Chairun Nikmah

DOI:

https://doi.org/10.35718/specta.v6i2.743

Keywords:

bioelectricity, sediment microbial fuel cell, leachete, sludge, electrode

Abstract

Air Lindi merupakan salah satu permasalahan yang timbul di dalam pengolahan sampah. Air lindi tersebut diolah di Instalasi Pengolahan Air Lindi yang menghasilkan lumpur yang mengandung bahan organik tinggi tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. Lumpur yang mengandung bahan organik tinggi dapat dimanfaatkan sebagai substrat dalam menghasilkan biolistrik dengan metode Sediment Microbial Fuel Cells (SMFCs). Metode SMFCs memanfaatkan aktivitas mikroorganisme dengan konversi zat organik menjadi biolistrik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh luas permukaan elektroda dalam menghasilkan biolistrik dimana elektroda tersebut dapat berperan sebagai transfer proton dan elektron. Penelitian ini menggunakan sistem batch reactor yang dioperasikan secara aerob selama 20 hari. Elektroda yang digunakan adalah seng dan karbon dengan variasi luas permukaan 20 cm2 dan 40 cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai power density maksimal sebesar 488 mW/m2 pada luas permukaan elektroda 20 cm2. Luas permukaan elektroda yang menghasilkan power density optimal adalah 20 cm2 akibat besaran nilai daya listrik terhadap luas permukaan anoda yang digunakan. Nilai power density optimal pada luas permukaan yang kecil dapat dijadikan sebagai acuan dalam efisiensi penggunaan material.

Downloads

Published

2022-08-30