Pengaruh Penambahan H2O2 sebagai Foaming Agent pada Karakteristik Batu Bata Ringan Tahan Api Berbahan Dasar Fireclay dan Fly Ash PLTU Teluk Balikpapan

Authors

  • Adrian Gunawan Institut Teknologi Kalimantan
  • Amelia Anggraini Pangestu
  • Etty Rahmayanti Institut Teknologi Kalimantan
  • Andika A.I. Saputra Institut Teknologi Kalimantan
  • Intan Dwi Wahyu Setyo Rini Institut Teknologi Kalimantan
  • Ainun Zulfikar Institut Teknologi Kalimantan
  • A. I. Arobi PT. PLN (Persero) UPDK Balikpapan

Keywords:

Insulating Bricks, Fly Ash, Hidrogen Peroxide.

Abstract

Total kebutuhan material refractory di Indonesia mencapai 200.000 ton per tahun, sedangkan kapasitas produksi mencapai 50.000 ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan bahan baku alternatif selain bahan baku utama yakni fireclay yang berasal dari tanah liat, yakni Fly Ash (FA) dari sisa pembakaran batu bara di PLTU. Jenis material refractory dalam penelitian ini adalah batu bata ringan tahan api, dengan menggunakan zat Hidrogen Peroksida (H2O2) sebagai foaming agent. Fly Ash digunakan berasal dari PLTU Teluk Balikpapan dengan tingkat substitusi fireclay sebesar 5% s.d 25%, serta H2O2 dengan variasi 5 ml s.d 9 ml. Analisis yang dilakukan adalah XRF untuk FA, serta kuat tekan, densitas, penyerapan, porositas, dan shrinkage untuk specimen batu bata ringan tahan api. Hasil kuat tekan terbaik adalah 0,549 Mpa dengan linier shrinkage 2%, penyerapan 37,46%, 2%, densitas 1,44 g/cm3, dan porositas 50%

Downloads

Published

2022-04-25