Analisis Tingkat Kekompakan Kota (Urban Compactness) terhadap Pembentukan dan Penerapan Konsep Kota Kompak di Kota Mataram

Authors

  • Yundi Wahyu Nurdyas Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram.
  • Fariz Primadi Hirsan Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram.
  • Rasyid Ridha Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram.

DOI:

https://doi.org/10.35718/specta.v5i3.386

Keywords:

compact city, influential factors, urban compactness

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk di kota memberikan dampak kepada volume dan frekuensi dari kegiatan penduduk yang ada di dalam kota . Kota Mataram sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) memberikan dampak terhadap kondisi kemajuan dan keragaman kegiatan yang ada di Kota Mataram. Konsep “Compact City” dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya merespon pertumbuhan penduduk bersamaan dengan kegiatan-kegiatannya yang terus meningkat baik dari volume maupun frekuensinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kekompakan yang terjadi di Kota Mataram dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kekompakan tersebut. Variabel-Variabel penilaian untuk menilai tingkat kekompakan tersebut diklasifikasikan menggunakan metode klasifikasi Sturges. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kekompakan tersebut adalah dengan membandingkan definisi variabel Urban Compactness secara teoritis dengan kondisi aspek terkait di Kota Mataram. Hasil analisis menunjukkan Nilai Urban Compactness yang paling tinggi, yaitu Kelurahan Dasan Agung dengan Nilai Indeks 189,01 yang masuk dalam kategori “Sangat Tinggi”, Kelurahan Selagalas dengan Nilai Indeks 129,69 termasuk kategori “Agak Tinggi”, dan kelurahan lainya memiliki Nilai Urban Compactness yang lebih rendah. Berdasarkan hasil analisis, Aspek Kepadatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kecenderungan Urban Compactness yang terjadi pada tiap–tiap kelurahan maupun Kota Mataram secara keseluruhan. Struktur Urban Compactness yang dianalisis dan terbentuk secara alami di Kota Mataram, perlu dikendalikan dan diarahkan agar sesuai dengan tujuan dan harapan diterapkannya Konsep Compact City pada sebuah kota. Perlu ada dorongan atau upaya meningkatkan peran terkait aspek Mixed Use dan Intensifikasi, sehingga dapat mengoptimalkan guna lahan di dalam Kota Mataram dan melindungi lahan-lahan di pinggiran kota Mataram.

Downloads

Published

2021-12-01