PEMANFAATAN LAHAN TIDAK TERPAKAI SEBAGAI FASILITAS OLAHRAGA DAN SOSIAL DI KAMPUNG PEMULUNG

Authors

  • Muhammad Khaisar Wirawan Institut Teknologi Kalimantan
  • Boeih Poernama Institut Teknologi Kalimantan
  • Sabita Danish Ara Setiawan Institut Teknologi Kalimantan
  • Firda Nevira Putri Institut Teknologi Kalimantan
  • Erla Gabriela Tonapa Institut Teknologi Kalimantan
  • Irpan Ependi Institut Teknologi Kalimantan
  • Muhammad Ramzianur Institut Teknologi Kalimantan
  • Mohammad Rifky Andrian Maulana Institut Teknologi Kalimantan
  • Muhammad Taufiqurrahman Institut Teknologi Kalimantan
  • Chaliq Chalqi Atila Institut Teknologi Kalimantan
  • Al-Faqih Ali Rasyha Institut Teknologi Kalimantan

DOI:

https://doi.org/10.35718/pikat.v6i2.8481844

Keywords:

Fasilitas Olahraga, Gazebo, Kampung Pemulung Tumaritis, Lahan Kosong, Pengabdian Masyarakat

Abstract

Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan masyarakat melalui penerapan keilmuan dan keterlibatan sosial. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi wadah pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu lokasi pelaksanaan KKN adalah Kampung Pemulung Tumaritis di Kota Balikpapan, yang menghadapi berbagai tantangan seperti minimnya ruang bermain anak, kondisi infrastruktur yang buruk, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan kosong di sekitar Rumah Qur’an. Permasalahan utama yang diangkat dalam kegiatan ini adalah tidak tersedianya fasilitas olahraga dan sosial yang layak, serta potensi lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) merancang fasilitas olahraga pada lahan tidak terpakai, (2) membangun fasilitas tersebut secara partisipatif, dan (3) mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai ruang aktivitas fisik dan sosial masyarakat. Metode pelaksanaan terdiri dari observasi lapangan, wawancara dengan pengelola Rumah Qur’an, sosialisasi program kepada warga, pembangunan fasilitas berupa lapangan voli dan gazebo, serta evaluasi melalui survei pre-test dan post-test. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa fasilitas berhasil dibangun sesuai dengan desain dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam persepsi warga terhadap pentingnya fasilitas olahraga, aktivitas fisik, dan kebersamaan sosial. Program ini juga berhasil mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil menjawab kebutuhan riil masyarakat, mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbengkalai, serta membangun fondasi fisik dan sosial yang mendorong kualitas hidup yang lebih inklusif dan partisipatif.

Downloads

Published

2025-12-31