Bidan, Kegawatdaruratan Maternal, PPH, Kompetensi, Deteksi Dini
Abstract
Postpartum Hemorrhage (PPH) masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di fasilitas pelayanan primer. Bidan memiliki peran sentral dalam deteksi dini, pencegahan, dan tatalaksana awal PPH, sehingga peningkatan kompetensi menjadi faktor kunci dalam menurunkan Angka Kematian Ibu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam deteksi dini dan penanganan kegawatdaruratan maternal, khususnya PPH, di Kabupaten Malinau. Pelaksanaan kegiatan selama tiga hari melalui metode Online dan On-Site, yang mencakup pemberian materi, demonstrasi, serta simulasi keterampilan (skill station). Evaluasi dilakukan melalui pretest, posttest, dan penilaian keterampilan menggunakan daftar tilik kompetensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 65,7 menjadi 84 setelah pelatihan, dengan nilai keterampilan rata-rata 87,27 yang menunjukkan seluruh peserta kompeten dalam penatalaksanaan stabilisasi pasien, KBI, KBE, serta penggunaan kondom kateter sebagai tamponade uterus sederhana. Pelatihan berbasis simulasi terbukti meningkatkan kesiapsiagaan, kemampuan klinis, dan pengambilan keputusan cepat dalam menghadapi PPH. Optimalisasi peran bidan melalui peningkatan kompetensi, dukungan sistem logistik, serta supervisi klinis berkelanjutan sangat penting untuk memperkuat manajemen PPH di tingkat layanan primer.