Pengelolaan Limbah Organik dalam Ekonomi Sirkular di Lingkungan Perkantoran di Kabupaten Sinjai
DOI:
https://doi.org/10.35718/pikat.v6i2.8481482Keywords:
Sampah organik, Pupuk Kompos, entrepreneurship, wirausahaAbstract
Pengelolaan limbah organik menjadi salah satu aspek penting dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama di era ketika konsep ekonomi sirkular semakin ditekankan. Di lingkungan perkantoran, limbah organik kerap dianggap sebagai bagian kecil dari total timbulan sampah, padahal jika dikelola dengan tepat, jenis limbah ini dapat memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi. Kabupaten Sinjai, sebagai salah satu daerah yang terus mendorong penerapan praktik ramah lingkungan, menghadapi tantangan dan peluang dalam mengoptimalkan pengelolaan limbah organik di area perkantoran. Tahap Metode utama yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu sosialisasi/ edukasi dan praktik langsung/ demonstrasi teknis. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah organik tidak lagi dipandang sebagai bahan sisa, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali untuk mendukung produktivitas dan mengurangi tekanan terhadap lingkungan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan mengarahkan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos kepada tenaga kontrak di Kabupaten Sinjai, Makassar. Kegiatan ini penting dilakukan agar ada nilai manfaat dari sampah tanaman sebagai pupuk yang baik bagi tanaman, menghemat biaya perawatan tanaman juga menambah pengetahuan dan keterampilan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem pengelolaan limbah yang efisien, berkelanjutan, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan kerja maupun masyarakat secara luas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







