PENINGKATAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI MELALUI PENERAPAN STRATEGI ABG (ADVOKASI, BINA SUASANA & GERAKAN MASYARAKAT)

Main Article Content

Yhenti Widjayanti

Abstract

Pandemi Covid 19 berpengaruh pada sektor sosial ekonomi termasuk kesejahteraan keluarga. Hal ini juga dirasakan oleh para pekerja PT Naka Tujuh Gemilang. Para pekerja mengalami penurunan jumlah pendapatan yang berdampak menurunnya kesejahteraan keluarga. Salah satu upaya peningkatan kesejahteraan keluarga adalah melalui keikutsertaan dalam program keluarga berencana (KB). Permasalahan mitra pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah kurangnya pengetahuan dan keterbatasan akses layanan kesehatan konseling KB sehingga berakibat ketidaktepatan pemilihan dan penggunaan alat kontrasepsi.  Tujuan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur (PUS) tentang kontrasepsi sebagai alternatif solusi peningkatan kesejahteraan keluarga dengan menerapkan strategi Advokasi, Bina Suasana dan gerakan masyarakat. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah strategi ABG yaitu advokasi, bina suasana dan gerakan masyarakat melalui kegiatan pembentukan kader kesehatan, pembuatan media pendidikan kesehatan dan pemberian pendidikan kesehatan. Hasil PKM menunjukkan adanya kesediaan pihak pimpinan untuk menunjuk 2 orang pekerja sebagai kader kesehatan, ketersediaan media promosi kesehatan berupa booklet dan video tentang kontrasepsi dan peningkatan pengetahuan PUS tentang kontrasepsi sebagai alternatif solusi peningkatan kesejahteraan keluarga.

Article Details

Section
Articles