Edukasi Analisa Struktur Kapal dengan Metode Komputasi sebagai Sarana Pengembangan SDM Perkapalan di Pulau Kalimantan

Penulis

  • Togar Halomoan Manurung Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan, 76127 Balikpapan.
  • Juliman Harapan Lase Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan, 76127 Balikpapan.
  • Rangga Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan, 76127 Balikpapan.
  • Luthfi Abdurrahman Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan, 76127 Balikpapan.
  • Julian Apolonaris Daga Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan, 76127 Balikpapan.
  • Ardi Firmansyah Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan, 76127 Balikpapan.
  • Irentya Anugra Baratau Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan, 76127 Balikpapan.
  • Muhammad Yahya Ayyash Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan, 76127 Balikpapan.
  • Myraicle Heryo Putra Program Studi Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Kalimantan, 76127 Balikpapan.
  • Harlian Kustiwansa Program Studi Teknik Transportasi Laut, Institut Teknologi Kalimantan, 76127 Balikpapan.

Kata Kunci:

Analisa Struktur, Metode Elemen Hingga, Andragogi, Konvergensi Mesh, SDM Maritim Kalimantan

Abstrak

Tingginya insiden maritim dan risiko kegagalan struktur kapal di kawasan perairan Kalimantan menuntut peningkatan kompetensi teknis sumber daya manusia (SDM) maritim lokal melalui edukasi berbasis riset terapan. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi) berbasis pemecahan masalah (problem-based learning) guna membekali mahasiswa dengan keahlian komputasi analisis struktur kapal menggunakan Finite Element Method (FEM) pada perangkat lunak ANSYS. Metode pembelajaran dirancang secara sistematis melalui tiga tahapan teknis utama, yaitu penentuan kondisi batas (boundary conditions), verifikasi dan studi konvergensi meshing, serta analisa hasil komputasi. Pembebanan disimulasikan melalui kombinasi variasi arah gelombang, kecepatan, dan skenario muatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa berhasil menguasai tahapan analisis numerik, diawali dengan penetapan studi konvergensi mesh yang menghasilkan ukuran optimum 100 mm (40.320 elemen dan 145.172 node) untuk efisiensi komputasi tanpa mengorbankan akurasi. Mahasiswa secara kritis mampu memetakan konsentrasi tegangan ekuivalen von Mises pada area tumpuan jepit sambungan pelat serta deformasi maksimum pada panel yang tidak ditopang transversal beam. Tegangan maksimum yang terukur terbukti berada jauh di bawah batas luluh material, sehingga mahasiswa secara mandiri mampu mengambil keputusan teknis bahwa struktur geladak tergolong aman dan layak operasional (safe and fit for purpose). Pembelajaran berbasis komputasi ini terbukti efektif meningkatkan kemampuan analitis dan pengambilan keputusan rekayasa mahasiswa, sekaligus mendukung penguatan SDM perkapalan yang responsif terhadap keselamatan maritim di Pulau Kalimantan.

Diterbitkan

15-10-2026

Terbitan

Bagian

Artikel