PEMANFAATAN TEKNOLOGI CANTING CAP 3D PRINT PADA PENGRAJIN BATIK PEMULA UP2K TANAYA

Penulis

  • Diniar Mungil Kurniawati Institut Teknologi Kalimantan image/svg+xml
  • Eko Agung Syahputra Program Studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Kalimanta
  • Lusi Ernawat Program Studi Teknik Kimia, Institut Teknologi Kalimantan
  • Fadhlih Wafin Ari Widodo Program Studi Teknik Mesin, Institut Teknologi Kalimantan
  • Nino Aryo Syahputra Program Studi Teknik Mesin, Institut Teknologi Kalimantan
  • Astere Dian Sakura Program Studi Teknik Mesin, Institut Teknologi Kalimantan
  • Astere Dian Sakura Program Studi Teknik Mesin, Institut Teknologi Kalimantan
  • Perdana Cahya Setya Hardhiono Program Studi Teknik Elektro, Institut Teknologi Kalimantan
  • Mochamad Farhan Fadillah Program Studi Teknik Elektro, Institut Teknologi Kalimantan
  • Muhammad Luthfi Gibran Program Studi Teknik Kimia, Institut Teknologi Kalimantan
  • Chelsen Program Studi Teknik Kimia, Institut Teknologi Kalimantan
  • Ridho Mufrih Jazi Rekayasa Keselamatan, Institut Teknologi Kalimantan

DOI:

https://doi.org/10.35718/sepakat.v4i2.8481782

Abstrak

UP2K Tanaya merupakan kelompok wanita yang pada tahun 2025 menjajaki jenis usaha baru yaitu Batik Cap. Pada pembuatan batik cap seringkali menggunakan tenaga laki-laki sebab bobot alat canting cap cukup berat. Sebagai kelompok wanita yang akan merambah ke dunia usaha kreatif yaitu batik diperlukan beberapa solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas membatik. Berdasarkan hasil survey langsung dan wawancara dengan UP2K Tanaya diperoleh beberapa permasalahan antara lain lamanya proses membatik secara manual, keterbatasan alat bantu, dan penggunaan bahan kimia yang tidak ramah lingkungan. Solusi yang ditawarkan berupa teknologi tepat guna yaitu penggunaan canting cap hasil cetakan 3D printing. Kegiatan mencakup pembuatan motif, pencetakan canting, praktik membatik. Hasilnya menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan mitra, dari nilai 83 % responden belum mengetahui tentang canting cap 3D print menjadi 91,7 % responden mampu memahami dan menggunakan canting cap 3D print. Namun beberapa kendala masih ditemukan pada kualitas pembatikan lilin cair tidak dapat melekat pada permukaan canting cap berbahan PLA sehingga pada saat pengaplikasian di kain motif terkesan berantakan. Untuk selanjutnya diperlukan beberapa inovasi untuk meningkatkan daya lekat lilin pada permukaan canting.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30

Cara Mengutip

PEMANFAATAN TEKNOLOGI CANTING CAP 3D PRINT PADA PENGRAJIN BATIK PEMULA UP2K TANAYA. (2025). Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SEPAKAT), 4(2), 69-74. https://doi.org/10.35718/sepakat.v4i2.8481782