PEMANFAATAN TEKNOLOGI CANTING CAP 3D PRINT PADA PENGRAJIN BATIK PEMULA UP2K TANAYA
DOI:
https://doi.org/10.35718/sepakat.v4i2.8481782Abstrak
UP2K Tanaya merupakan kelompok wanita yang pada tahun 2025 menjajaki jenis usaha baru yaitu Batik Cap. Pada pembuatan batik cap seringkali menggunakan tenaga laki-laki sebab bobot alat canting cap cukup berat. Sebagai kelompok wanita yang akan merambah ke dunia usaha kreatif yaitu batik diperlukan beberapa solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas membatik. Berdasarkan hasil survey langsung dan wawancara dengan UP2K Tanaya diperoleh beberapa permasalahan antara lain lamanya proses membatik secara manual, keterbatasan alat bantu, dan penggunaan bahan kimia yang tidak ramah lingkungan. Solusi yang ditawarkan berupa teknologi tepat guna yaitu penggunaan canting cap hasil cetakan 3D printing. Kegiatan mencakup pembuatan motif, pencetakan canting, praktik membatik. Hasilnya menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan mitra, dari nilai 83 % responden belum mengetahui tentang canting cap 3D print menjadi 91,7 % responden mampu memahami dan menggunakan canting cap 3D print. Namun beberapa kendala masih ditemukan pada kualitas pembatikan lilin cair tidak dapat melekat pada permukaan canting cap berbahan PLA sehingga pada saat pengaplikasian di kain motif terkesan berantakan. Untuk selanjutnya diperlukan beberapa inovasi untuk meningkatkan daya lekat lilin pada permukaan canting.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Dengan ini penulis naskah menyatakan bahwa naskah yang dikirimkan adalah hasil karya penulis sendiri, kecuali yang dikutip.