INTEGRASI TEKNOLOGI BIOPORI, TANGGUL DAN HIDROPONIK SEBAGAI STRATEGI MITIGASI BANJIR DI KAWASAN PERKOTAAN

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.35718/sepakat.v4i1.8481763

Kata Kunci:

Biopori, Ketahanan Perkotaan, Mitigasi Banjir, Pengelolaan Sampah, Partisipasi Masyarakat

Abstrak

Program Mahasiswa Mengabdi Desa (PMMD) merupakan sebuah inisiatif strategis yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendekatan experiential learning. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator transfer ilmu, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat lokal. Salah satu lokasi fokus kegiatan adalah Jl. Makmur II RT. 31, Balikpapan, sebuah kawasan permukiman dengan topografi yang lebih rendah dari lingkungan sekitarnya sehingga rentan terhadap banjir. Kerentanan ini semakin diperparah oleh sistem drainase yang tidak memadai serta kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan, sehingga air hujan dengan intensitas tinggi cepat menggenangi lingkungan akibat minimnya area resapan dan tersumbatnya saluran air. Menjawab tantangan tersebut, tim PMMD merancang program berbasis solusi lingkungan dengan pendekatan teknologi tepat guna yang menekankan pada partisipasi masyarakat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengurangi risiko banjir melalui penerapan lubang resapan biopori sekaligus meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan pemeliharaan saluran drainase. Rangkaian kegiatan disusun secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan mengenai dampak banjir dan urgensi area resapan, edukasi terkait pemilahan sampah rumah tangga, serta kerja bakti bersama warga untuk membersihkan saluran drainase. Sebagai capaian inti, program ini berhasil membangun 30 lubang resapan biopori di 10 rumah warga. Lubang-lubang biopori tersebut difungsikan secara ganda, yakni sebagai sarana penyerapan air hujan untuk mengurangi potensi genangan sekaligus sebagai komposter alami untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Dengan demikian, teknologi ini tidak hanya membantu menurunkan risiko banjir, tetapi juga mendukung upaya pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat komunitas. Secara keseluruhan, program PMMD di Jl. Makmur II RT. 31 Balikpapan menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna mampu menghadirkan solusi praktis, murah, dan ramah lingkungan dalam menghadapi permasalahan perkotaan, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30

Cara Mengutip

INTEGRASI TEKNOLOGI BIOPORI, TANGGUL DAN HIDROPONIK SEBAGAI STRATEGI MITIGASI BANJIR DI KAWASAN PERKOTAAN. (2025). Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SEPAKAT), 4(1), 239-249. https://doi.org/10.35718/sepakat.v4i1.8481763