PEMANFAATAN KAYU APUNG DARI PESISIR PANTAI SERANG KABUPATEN BLITAR SEBAGAI PERHIASAN UNTUK WANITA URBAN
DOI:
https://doi.org/10.35718/sepakat.v4i1.8481738Kata Kunci:
Desain Produk, Kayu apung, Perhiasan, Generasi x, UpcyclingAbstrak
Indonesia memiliki garis pantai yang panjang, menghasilkan volume signifikan limbah kayu apung di banyak pesisir, salah satunya Pantai Serang yang terletak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang sekaligus menjadi lokasi observasi kegiatan pengabdian masyarakat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan limbah kayu apung dari pesisir pantai sebagai material utama dalam perancangan perhiasan wanita. Kayu apung dipilih karena karakteristik uniknya, seperti tekstur alami, bobot ringan, dan keindahan warna yang terbentuk secara alami maupun melalui perlakuan tambahan. Desain yang dihasilkan memadukan karakter alami kayu apung dengan estetika modern yang elegan. Penelitian dilakukan melalui studi dan eksplorasi material, analisis tren gaya hidup dan preferensi visual wanita Generasi X, serta pendekatan storytelling untuk memperkuat nilai simbolik perhiasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas aplikasi limbah kayu apung dari pesisir pantai ke dalam industri kreatif dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi pemanfaatan material limbah sebagai solusi inovatif untuk produk bernilai tambah.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Dengan ini penulis naskah menyatakan bahwa naskah yang dikirimkan adalah hasil karya penulis sendiri, kecuali yang dikutip.