Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Biogas untuk Produksi Pupuk Organik Cair pada Kelompok Tani Swatani Karang Joang Kota Balikpapan
DOI:
https://doi.org/10.35718/sepakat.v4i1.8481420Kata Kunci:
Limbah Biogas, Limbah Organik, Pupuk Cair, PertanianAbstrak
Pertanian berkelanjutan mengedepankan pengelolaan sumber daya secara efisien dan berwawasan lingkungan, termasuk dalam penyediaan input produksi seperti pupuk. Di berbagai daerah, petani kecil masih menghadapi kendala akses terhadap pupuk bersubsidi yang terbatas dan birokratis, sehingga mendorong ketergantungan pada pupuk kimia komersial yang mahal dan berisiko bagi tanah dan kesehatan. Kondisi ini menegaskan perlunya alternatif yang lebih terjangkau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Salah satu potensi solusi adalah pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan untuk produksi pupuk organik cair (POC) secara mandiri. Kelompok Tani Swatani yang berada di KM 17, Karang Joang, Balikpapan Utara, mengalami keterbatasan akses terhadap pupuk bersubsidi yang hanya diperuntukkan bagi komoditas tertentu dan memerlukan proses pengajuan yang panjang. Akibatnya, petani mengandalkan pupuk kimia dengan harga tinggi dan efek jangka panjang yang merugikan kesehatan tanah. Di sisi lain, tersedia limbah pertanian dan peternakan yang belum dimanfaatkan secara optimal seperti sabut kelapa, tebu, air rendaman jengkol, serta limbah hasil samping biogas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Karang Joang merespons masalah ini melalui pelatihan dan praktik pembuatan POC berbasis limbah lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian petani dalam penyediaan pupuk, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta mendorong praktik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Dengan ini penulis naskah menyatakan bahwa naskah yang dikirimkan adalah hasil karya penulis sendiri, kecuali yang dikutip.