Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses Pada Sistem Coal Handling Sebagai Upaya Meningkatkan Kinerja Produksi PT XYZ
DOI:
https://doi.org/10.35718/jinseng.v4i2.8481978Kata Kunci:
Min-Max Optimization, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses, Coal Handling, PLTUAbstrak
PT XYZ merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2×15 MW yang berlokasi di Kawasan Industri Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur. Sistem coal handling pada perusahaan ini menghadapi sejumlah permasalahan operasional, di antaranya tumpahan batubara pada conveyor dan titik transfer chute, ukuran butiran hasil crushing yang tidak sesuai spesifikasi, serta sumbatan pada coal feeder yang berdampak pada penurunan efektivitas produksi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas sistem coal handling menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi sumber kerugian operasi dominan melalui analisis Six Big Losses, serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang tepat sasaran. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan kuesioner skala Likert kepada 8 operator dan teknisi coal handling, kemudian diolah menggunakan metode Min-Max Optimization untuk mengonversi nilai kuesioner menjadi persentase komponen OEE. Hasil analisis menunjukkan nilai Availability Rate sebesar 91%, Performance Rate sebesar 88%, dan Quality Rate sebesar 64%, sehingga diperoleh nilai OEE keseluruhan sebesar 51%, yang masih berada di bawah standar world class JIPM sebesar 85%. Berdasarkan analisis Six Big Losses, Process Defect losses menjadi faktor kerugian paling dominan dengan persentase 72%, yang disebabkan oleh tumpahan batubara dan ketidaksesuaian ukuran hasil crushing. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan meliputi pemasangan double sealing skirt rubber system, penerapan program Zero Spillage Initiative, implementasi Defect Mapping Area, serta pengendalian feed rate batubara pada Crusher melalui penyetelan kecepatan Vibratory Feeder.
Referensi
Ahdiyat, M. dan Nugroho, S. 2022. Analisis Six Big Losses dalam meningkatkan efektivitas mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Jurnal Teknik Industri, 23(2), hlm. 85-92.
Amelia, R. dan Yamin, M. 2025. Analisis Six Big Losses menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk meningkatkan efektivitas mesin produksi. Jurnal Teknik Industri, 26(1), hlm. 64-72.
Fahmi, A. dan Kusuma, H. 2023. Analisis Overall Equipment Effectiveness pada sistem conveyor batubara PLTU. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 12(1), hlm. 34-42.
Haryono, B. dan Supriyadi. 2016. Penerapan program pemeliharaan berbasis Total Productive Maintenance untuk meminimalkan tumpahan material pada sistem conveyor industri pertambangan. Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer, 5(19), hlm. 213-221.
Herawan, T. dan Mansur, A. 2025. Analisis kerugian peralatan (equipment failure losses) pada mesin produksi menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Jurnal Teknik Industri, 26(1), hlm. 55-63.
Intan, R. dan Condro, T. 2024. Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk meningkatkan efektivitas mesin produksi berdasarkan standar JIPM. Jurnal Teknik Industri, 25(2), hlm. 120-128.
Kumendong, C., Arungpadang, E.T. dan Mende, J. 2017. Analisis parameter kinerja unit pembangkit listrik tenaga uap sulut-3. J. Online Poros Teknik Mesin, 12, hlm. 60-72.
Kurniawan, F. 2020. Analisis Six Big Losses pada mesin crusher industri pertambangan batubara. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 19(1), hlm. 45-53.
Nanda, A. dan Jufriyanto, M. 2025. Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur efektivitas mesin produksi. Jurnal Teknik Industri, 26(1), hlm. 1-8.
Prasetyo, B. dan Widodo, S. 2022. Penerapan Total Productive Maintenance untuk meningkatkan nilai OEE pada industri pembangkitan listrik. Jurnal Teknik dan Manajemen Industri, 8(2), hlm. 77-85.
Putri, I.E., Suryadhini, P.P. dan Anugraha, R.A. 2025. Usulan minimasi waktu set-up pada proses coal handling menggunakan metode SMED di PT Sumber Segara Primadaya Unit 1 & 2. Jurnal Teknik Industri, 26(1), hlm. 45-54.
Rosyidi, M.R. dan Pujotomo, D. 2018. Analisis Overall Equipment Effectiveness sebagai dasar peningkatan kinerja peralatan produksi. Jurnal Teknik Industri, 19(1), hlm. 23-31.
Sari, D.P. dan Ridwan, A. 2020. Evaluasi efektivitas peralatan menggunakan metode OEE pada industri energi berbasis batubara. Jurnal Optimasi Sistem Industri, 19(2), hlm. 88-96.
Septian, A., Prabowo, H. dan Nugroho, S. 2021. Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur efektivitas mesin produksi pada industri manufaktur. Jurnal Teknik Industri, 22(2), hlm. 101-108.
Wahid, M.A. dan Hasanuddin. 2019. Implementasi Total Productive Maintenance dalam peningkatan nilai OEE pada industri manufaktur. Jurnal Teknik Industri, 20(2), hlm. 112—119.
Widianti, T. dan Purba, H.H. 2021. Min-Max normalization dalam pengolahan data kuesioner untuk pengukuran kinerja peralatan industri. Jurnal Sistem dan Manajemen Industri, 5(2), hlm. 89-97.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Erlangga Dzaky Atha'ulah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



